Penggunaan drone di Indonesia tumbuh pesat — dari fotografi udara, pemetaan, pertanian, sampai drone show yang menerbangkan ratusan unit sekaligus. Tapi langit bukan ruang bebas. Ada aturan tentang siapa yang boleh menerbangkan drone, di mana, setinggi apa, dan izin apa yang harus dikantongi. Artikel ini menjelaskan istilah dan proses perizinan drone di Indonesia dari yang paling umum — NOTAM, SORA, aturan dasar — lalu menariknya ke konteks paling kompleks: drone show.
Kalau Anda hanya ingin tahu 'apa itu NOTAM' atau 'apa aturan drone di Indonesia', bagian awal menjawabnya. Kalau Anda sedang merencanakan sebuah drone show, bagian akhir menjelaskan apa yang berlaku dan bagian mana yang sudah iDrone tangani untuk Anda.
Aturan Dasar Menerbangkan Drone di Indonesia
Dasar hukum utamanya adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia. Aturan ini berlaku untuk semua drone — dari hobi sampai operasi komersial. Beberapa pilar yang perlu dikenali siapa pun yang menerbangkan drone:
- Registrasi drone dan remote pilot melalui aplikasi SIDOPI milik Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) — drone di atas 250 gram wajib terdaftar sebelum bisa mengajukan izin terbang
- Lisensi remote pilot bagi operator yang menerbangkan drone secara profesional
- Batas ketinggian: operasi di atas 400 kaki (sekitar 120 meter) di ruang udara tak terkontrol memerlukan persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara
- Asuransi dan flight plan sebagai bagian dari kelengkapan operasional
Prinsip pentingnya: semakin tinggi risiko sebuah operasi, semakin banyak syarat yang menyertainya. Menerbangkan satu drone kecil di siang hari, di lapangan kosong, jauh dari bandara, dan di bawah 120 meter — risikonya rendah dan syaratnya ringan. Begitu operasi naik kelas — malam hari, di atas kerumunan, di ketinggian, atau dengan banyak unit sekaligus — di situlah istilah NOTAM dan SORA mulai berperan.
NOTAM: Apa Itu dan Siapa yang Menerbitkan
NOTAM (Notice to Airmen — kini juga disebut Notice to Air Missions) adalah pemberitahuan resmi kepada semua pengguna ruang udara mengenai kondisi atau aktivitas di ruang udara tertentu yang perlu diketahui pilot. Isinya bisa bermacam-macam: penutupan landasan, obstacle baru, perubahan prosedur, atau — dalam konteks kita — aktivitas seperti drone show pada koordinat, ketinggian, dan rentang waktu yang spesifik. Sederhananya, NOTAM adalah 'rambu' resmi di langit.
Poin yang sering keliru: di Indonesia, NOTAM diterbitkan oleh AirNav Indonesia (Perum LPPNPI) — lembaga penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan — melalui unit AIS/NOTAM Office-nya. Otoritas regulator (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara) memberikan persetujuan pengoperasian, lalu aktivitas yang disetujui itu dinotifikasikan ke dunia penerbangan lewat NOTAM yang di-issue AirNav. Jadi NOTAM bukan 'izin' itu sendiri, melainkan mekanisme pemberitahuannya.
Tidak semua penerbangan drone butuh NOTAM. Yang membutuhkannya adalah operasi yang berdampak pada ruang udara bersama — misalnya terbang tinggi, dekat jalur penerbangan, atau berskala besar. NOTAM harus diajukan jauh sebelum hari-H karena melibatkan koordinasi lintas instansi dan validasi jadwal ruang udara.
SORA: Menilai Risiko Sebelum Drone Terbang
SORA (Specific Operations Risk Assessment) adalah metodologi penilaian risiko yang dikembangkan JARUS dan diadopsi luas secara internasional, termasuk oleh EASA di Eropa. Fungsinya: secara sistematis menilai risiko sebuah operasi drone — baik risiko di darat (orang di bawah) maupun di udara (pesawat lain) — lalu menentukan tingkat pengamanan dan prosedur yang harus dipenuhi agar operasi dianggap aman.
Kenapa metodologi seperti ini ada? Karena operasi drone dikelompokkan berdasarkan tingkat risiko. Operasi ringan cukup mengikuti aturan dasar. Operasi berisiko lebih tinggi — yang secara internasional disebut kategori 'specific' — justru menuntut penilaian risiko formal sebelum diizinkan. SORA adalah kerangka standar untuk melakukan penilaian itu, dan hasilnya menentukan prosedur pengamanan yang wajib diterapkan operator.
Dekat Bandara dan Kawasan Padat Udara
Lokasi sangat menentukan. Area yang berada dekat bandara atau helipad aktif — atau di dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) — memerlukan lapisan koordinasi tambahan dengan Air Traffic Control (ATC) setempat. Di kota seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya, zona kontrol udara ini bisa cukup restriktif dan proses koordinasinya lebih panjang.
Ini berlaku untuk semua operasi drone, bukan hanya drone show. Konsekuensinya jujur: ada lokasi yang secara regulasi tidak memungkinkan untuk diterbangi drone, atau hanya bisa dengan pembatasan ketinggian tertentu.
Bagaimana Semua Ini Berlaku untuk Drone Show
Sekarang bagian spesifiknya. Drone show adalah contoh paling jelas dari operasi kategori 'specific': ratusan drone terbang serentak, di malam hari, sering di atas kerumunan penonton, dan kadang di atas ketinggian 120 meter. Praktis semua lapisan di atas berlaku sekaligus:
- NOTAM wajib — aktivitasnya harus dinotifikasikan ke seluruh pengguna ruang udara
- Penilaian risiko formal (SORA) — karena skalanya masuk kategori specific
- Koordinasi ATC — bila venue berada di kawasan padat udara atau dekat bandara
- Registrasi & legalitas operator — SIDOPI, lisensi remote pilot, asuransi
Inilah alasan drone show berskala besar tidak bisa di-booking mendadak: proses perizinannya butuh waktu, koordinasi, dan dokumen yang tidak sedikit.
SORA dan Operation Manual di iDrone
Di iDrone, SORA bukan sekadar teori. DKPPU menggunakan pendekatan SORA untuk memastikan operation manual kami benar-benar comply dengan specific risk yang ditimbulkan oleh operasi drone show — mulai dari prosedur take-off dan landing, buffer jarak ke penonton, protokol kegagalan (fail-safe), sampai penanganan kondisi darurat. Dengan kata lain, sebelum sebuah show disetujui, cara kami mengoperasikan drone harus terbukti menutup risiko yang teridentifikasi. Ini standar keselamatan, bukan formalitas kertas.
Bagaimana risiko ini diterjemahkan menjadi protokol operasional di lapangan, kami bahas lebih dalam di panduan keamanan drone show.
Izin Lokasi Kawasan Khusus
Di atas izin ruang udara, sebagian lokasi punya otoritas pengelola tersendiri yang mensyaratkan persetujuan dan biaya terpisah. Ini lapisan yang berbeda dari NOTAM dan izin penerbangan — sifatnya izin pemanfaatan kawasan, bukan izin terbang. Contoh yang paling sering kami temui untuk drone show:
- ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) — pengelola kawasan khusus seperti Nusa Dua (Bali) dan Mandalika (Lombok)
- TWC (PT Taman Wisata Candi) — pengelola kawasan cagar budaya seperti kompleks Candi Prambanan dan Borobudur
Venue heritage menuntut kehati-hatian ekstra: selain izin kawasan, ada protokol perlindungan cagar budaya. Show kami di kawasan Candi Prambanan dan peresmian Museum Benteng Vredeburg adalah contoh acara di lokasi dengan lapisan izin seperti ini.
Apa yang Sudah iDrone Urus untuk Anda
Kabar baiknya: sebagian besar kerumitan di atas bukan tugas Anda. Untuk setiap show, iDrone menangani inti perizinan ruang udara sebagai bagian dari paket — termasuk penyusunan operation manual dan penilaian risiko (SORA), pengurusan persetujuan pengoperasian dari otoritas penerbangan, koordinasi NOTAM lewat AirNav Indonesia, serta koordinasi ATC bila lokasinya membutuhkan. Anda tidak perlu berurusan sendiri dengan istilah-istilah ini.
Yang perlu dipahami secara jujur: izin kawasan khusus seperti ITDC dan TWC berada di luar harga paket pengurusan standar kami. Kami tetap bantu mengurusnya, tapi biayanya terpisah dan akan kami informasikan secara jelas sejak awal — bukan biaya tersembunyi yang muncul di tengah jalan. Prinsip kami sederhana: tidak ada hidden cost. Setiap komponen di luar paket kami sampaikan transparan sebelum Anda memutuskan.
Karena setiap lokasi, ketinggian, dan tanggal punya konsekuensi perizinan yang berbeda, cara terbaik memastikan biaya total yang akurat adalah dengan mendiskusikan rencana acara Anda langsung dengan tim kami. Kirim detail event — tanggal, venue rencana, dan konsep — ke WhatsApp +62 897-8906-380, dan kami akan memetakan seluruh kebutuhan izin beserta perkiraan biayanya, termasuk mana yang sudah termasuk paket dan mana yang terpisah.





