Pada 30 Agustus 2026, langit di atas Alila Villas Uluwatu menjadi bagian dari perayaan Christina dan Andrew. iDrone menerbangkan rangkaian wedding drone show yang menyatukan formasi personal, reaksi pasangan, dan efek pyrotechnic pada finale.
Tiga Hati untuk Membuka Cerita
Foto utama menangkap pasangan tepat di bawah tiga lapis hati. Komposisi ini langsung menjelaskan pusat ceritanya: bukan teknologi yang berdiri sendiri, melainkan momen Christina dan Andrew yang diperbesar ke langit Uluwatu.
Nama, Cupid, dan Pesan Pernikahan
Koreografi bergerak melalui nama Christina, cupid dengan busur dan panah, karakter robot dan beruang, lalu pesan Just Married. Formasi “Best Night Ever” dan ucapan terima kasih menutup rangkaian kata-kata personal untuk pasangan dan para tamu.
Lonceng dan Finale Pyrodrones
Formasi lonceng menjadi jembatan menuju puncak pertunjukan. Pada finale, efek pyrotechnic muncul di bawah formasi drone. Penempatannya singkat dan terarah, sehingga bentuk lonceng tetap terbaca sementara percikan cahaya memberi aksen klimaks.
Show Pyrodrones Kedua iDrone di Bali
Acara Christina dan Andrew menandai show pyrodrones kedua iDrone di Bali, setelah Wedding J & E di Sofitel Nusa Dua menjadi pertunjukan pertama sekaligus pilot event yang berhasil. Pengalaman tersebut diteruskan ke Alila dengan pendekatan yang tetap menempatkan formasi dan kisah pasangan sebagai fokus utama.
Venue Tebing yang Membutuhkan Komposisi Jelas
Alila Villas Uluwatu berada di kawasan tebing di pesisir selatan Bali. Dari sudut dokumentasi, ruang langit yang luas memberi latar gelap untuk formasi sekaligus membiarkan pasangan dan tamu hadir di bagian depan gambar.
Wedding Drone Show yang Terasa Personal
Hasil akhirnya adalah rangkaian yang mudah dikenali sebagai milik Christina dan Andrew. Nama, simbol romantis, pesan untuk tamu, reaksi di bawahnya, dan finale pyro membentuk satu cerita utuh dari pembuka hingga penutup.




